Resensi buku novel 'Sunset bersama Rosie'

1. Judul : Sunset bersama Rosie

2. Penulis : Tere Liye

3. Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara

4. Tokoh cerita dan sifatnya : 
a. Tegar mempunyai sifat yang baik hati apa lagi kepada anak kecil, penyayang, ramah, riang, supportif dan tegar seperti namanya. 
b. Rosie mempunyai sifat yang baik hati, riang, penyayang. Tetapi ia orang yang tidak gampang untuk mengikhlaskan sesuatu. 
c. Nathan mempunyai sifat yang baik sebagai sahabat, riang, penyayang, ayah yang sangat baik. 
d. Anggrek (anak sulung dari Rosie dan Nathan) mempunyai sifat yang dewasa, sedikit lebih banyak diam dibandingkan dengan adik-adik lainnya, tapi ia juga sangat perhatian kepada adik-adiknya. 
e. Sakura (anak kedua dari Rosie dan Nathan) mempunyai sifat yang sangat usil, aktif, ceria, tidak gampang menangis. 
f. Jasmine (anak ketiga dari Rosie dan Nathan) mempunyai sifat yang baik hati, paling mengerti soal adiknya Lili, penyayang apa lagi kepada adiknya, cukup dewasa juga. 
g. Lili (anak terakhir dari Rosie dan Nathan) mempunyai sifat yang pendiam, tidak banyak bicara jika kepada orang yang cukup asing bagi dia. 
h. Bibi Clarice mempunyai sifat yang sangat amat baik hati, penyayang, suka membantu. 
i. Oma mempunyai sifat yang suka menasihati, baik. 
j. Sekar mempunyai sifat penyabar, gampang menangis, ceria. 
k. Made mempunyai sifat yang baik hati, suka membantu. 
l. Ayasa (Dokter yang mengurus Rosie saat di tempat rehabilitasi) mempunyai sifat yang baik, penyayang, ramah, pandai mengendalikan anak-anak, penyabar. 
m. Lian mempunyai sifat yang baik, bagus dalam mengerjakan pekerjaan. 
n. Mitchell mempunyai sifat yang pintar, baik, suka membantu, suka usil. 
o. Eric Theo mempunyai sifat yang tegas, suka memaksa, kurang bisa mengerti keadaan. 

Penilaian : Penulis sangat berhasil menggambarkan sifat-sifat tokoh di atas ini. 

5. Latar cerita : Resort milik Nathan, salah satu Restaurant, kantor tempat kerjanya Tegar, Rumah Sakit, tempat rehabilitasi, Pantai, Denpasar, Bandara, Bali Intercontinental Hotel. 

6. Tema : Belajar mengikhlaskan kepergian orang lain. Dengan masa lalu itu sebaiknya berdamai bukan melupakan. 

7. Jalan Cerita : 

Pada awalnya, Tegar itu mempunyai tetangga perempuan yang bernama Rosie saat masih tinggal di Lombok dan mempunyai teman se waktu dia di sekolah dasar yang bernama Nathan. Mereka tinggal terpisah satu pulau, Rosie dan Tegar di Gili Trawangan sedangkan Nathan di Gili Meno. Rosie dan Nathan tidak pernah bertemu hingga kami melanjutkan kuliah di Bandung, itu pun sudah di tahun tahun terakhir. Tegar memperkenalkan mereka satu sama lain. Dua bulan berkenalan, saat mereka bertiga mendaki Gunung Rinjani, Nathan menyatakan perasaannya kepada Rosie. Di balik itu semua ada Tegar yang ternyata menutupi rasa sedihnya karena Tegar juga mempunyai perasaan yang sama seperti Nathan kepada Rosie, tetapi sayangnya Tegar terdahului oleh Nathan.

Kemudian Rosie dan Nathan menikah dan mempunyai empat anak perempuan yang sulung bernama Anggrek, kedua Sakura, ketiga Jasmine dan yang terakhir ialah Lili. Pada suatu hari, terjadi peledakan di Bali, Rosie dan keluarganya yang sedang berada di resor milik Nathan terkena ledakan bom itu. Kejadian itu membuat (nomor) yang terluka dan (nomor) orang yang tewas, Tegar dengan panik yang mengetahui tentang kabar itu ia segera memesan tiket pesawat menuju ke Bali. Sesampainya di Bali korban korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit, sampai Rumah Sakit ia langsung menemui Rosie yang ternyata sedang memeluk Nathan yang sudah ditutupi dengan kain kafan.Beberapa minggu setelah kepergiannya Nathan, Rosie mengalami depresi berat sampai-sampai ia mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

Sebenarnya di hari peledakan itu keesokan hari nya Tegar akan melaksanakan pertunangan dengan seorang perempuab cantik bernama Sekar, tetapi sayangnya pertunangan dibatalkan karena keadaan yang tidak mendukung dan Tegar melupakan bahwa esok adalah hari specialnya. Tegar tidak bisa meninggalkan Rosie dan keluarganya di Bali, karena Rosie dan Nathan adalah sahabat terbaik nya Tegar. Tegar meminta kepada Sekar dan keluarganya untuk pertunangannya diundur, tetapi Oma sebenarnya lebih setuju kalau Tegar pulang saja ke Jakarta karena di sana ada kehidupan yang harus ia jalani, seperti kerja dan ia harus memperbaiki hubungannya dengan Sekar karena sebetulnya Sekar tidak suka jika Tegar menyebut nama Rosie, tetapi Sekar ikut prihatin atas musibah yang terjadi menimpa kepada Rosie dan keluarganya.

Akhirnya, Rosie di singgahkan di rehabilitasi entah akan sampai kapan ia menginap di rehabilitasi. Dua tahun telah berlalu, kondisi Rosie mulai membaik dan anak-anak rosie pun tumbuh menjadi anak yang baik. Semakin lama, hubungan Tegar dan Sekar semakin renggang. Tidak ada komunikasi diantara mereka berdua. Sekar tidak tahan dengan semuanya, Sekar berfikir, mungkin Tegar masih mencintai Rosie. Sekar telah merelakan Tegar untuk Rosie "Menikahlah dengan Rosie, Tegar. Menikahlah." cakap Sekar sambil menahan nangis. 

Penilaian : Penulis sangat amat berhasil membuat alur cerita yang sangat menarik. Cerita ini memakai alur campuran, karena penulis menceritakan masa kini dulu baru masa lalunya. 

8. Pendapat saya tentang cerita ini :
Cerita ini sangat bagus, saya sangat amat suka. Cerita ini cocok dengan saya. Cerita ini juga mengajarkan bahwa kita jangan berlarut larut dalam kesedihan, kita juga harus mengikhlaskan orang yang sudah pergi, apa lagi pergi untuk selamanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aini dan Burung Kecil

Apa yang aku sukai dan yg paling menarik menurut ku di sekolah?